Sejarah Desa

Desa Sri Nanti yang terbentuk dari pemekaran Kecamatan Nunukan Utara. Dinamika pembangunan masyarakat Desa Sri nanti menunjukan pertumbuhan yang positif. Pembagunan merupakan suatu proses perubahan stuktural yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Meningkatnya tuntutan kualitas pelayanan publik terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di satu pihak, merupakan faktor yang mendorong perlunya penyelenggaraan pembangunan secara sistematis, terarah, komperhensif, dan berkelanjutan. Desa Sri Nanti terbentuk dari Transmigrasi pada tahun 2005 yang mana pada tahun 2007 dijadikan sebagai Desa persiapan hingga pada tahun 2008 terbentuklah Desa Sri nanti secara Defenitif.
Kepala Desa yang menjabat pertama kali di Desa Sri Nanti ialah Bapak Abdul Hafid Latif sampai saat ini. Arti dari Sri Nanti sendiri menurut Kepala Desa Sri Nanti ialah ” Tiga Penantian “, yang mana maksudnya bahwa Desa Sri Nanti dalam mencapai Desa Defenitif memerlukan kerja keras dan penuh kesabaran. Desa Sri Nanti dinaungi oleh berbagai macam suku yang diantaranya ada suku Bugis, Jawa, Tanah Toraja, Tidung dan Timur. Mereka semua dapat menyatu dengan peradaban yang mereka miliki walaupun agam atau keyakinan mereka berbeda. seseuai dengan Semboyan Kita “Bhineka Tunggal Ika”, walaupun berbeda-beda namun tetap bersatu jua.
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan